Kumpulan Puisi Oleh Supri - Bagian ( 2 )


Mengharap cinta yang abadi - Oleh Supri

Tak selamanya mendung
menyelimuti
Pada hati yang pernah kau lukai
Namun aku insan yang lemah
Hanya bisa terdiam dan pasrah

Ku relakan semuanya ini
Ku ikhlaskan segalanya
Walau kasihku tak kesampaian
Karam bersama impian dan
harapan

Semuga suatu hari nanti
Akan terbuka mata dan hati
Yang terbaik dimatamu
Takkan kau temukan lagi

Yang patah tetapkan tumbuh
Yang hilang pastikan berganti
Aku yang paruh
Mengharap cinta yang abadi.


Tak kesampaian - Oleh Supri

Sayang kekasih dipuja puja
Sayang ibu dibelai manja
Luka dihati dapat kau lihat
Luka dihati tak seorang pun tahu

Bila putik bermekaran
Harumnya semerbak setaman
Belum sempat menghiasi jambangan
Layu pula ditelapak tangan

Hendak ku gapai bintang dilangit
Tapi sayang tangan tak sampai
Inginku coret bait bait kasih
Namun sayang tintaku kekeringan

Ku menatap sang rembulan
Ku mengadu pada gemintang
Impian yang tak kesampaian
Ku simpan ku jadikan kenangan


Beranilah menjadi diri sendiri - Oleh Supri

Bismillah.. Jadilah diri sendiri
dalam mengarungi lautan hidup..
Sehingga semangat yang ada
takkan pernah redup..
Jadilah orang yang tabah
menghadapi segala cobaan..
Karena ketabahan selalu
menunjukkan jalan kebenaran...

Jangan Pernah mengutuk segala
kekurangan diri..
intropeksilah dirimu demi
menjernihkan naruni..
Berfikirlah positif pada setiap
musibah yg kau alami..
karena Allah mengetahui rahasia
yg tersirat dilangit dan bumi...

Dimana pun engkau berada, jadilah
diri sendiri..
Sehingga kepercayaan diri melekat
dalam hati..
Jangan biarkan lingkungan
melupakan dirimu..
Beranilah menjadi diri sendiri
disetiap waktu...

Tiada manusia yang sempurna
dalam hidup ini..
Tiada seorang pun yang sanggup
hidup abadi..
Jadilah hamba yang mensyukuri
karunia ilahi..
Jadilah diri sendiri sehingga dirimu
diberkahi-Nya...


Renungan hati - Oleh Supri

Air mata ini berlinang,,
Berlinang bukan karena cinta,,
Namun ingat akan dosa2,,
Aq tertunduk membisu,,
Merenungkan ats smua
dosa2q,,Sberapa banyak kah dosa
yg ku buat??
aku tak sanggup mnanggung
siksaMu suatu nanti ya Rabb,,
Berikanlah ampunan untukku,,
Atas semua dosa yg tlah q
perbuat slama ini,,
satu doa dariku,,
Jauhkan ku dari neraka,,
Semoga bsok bisa masuk surga,,
Amin ya rabbal alamin,,


Dia benar-benar pergi - Oleh Supri

Pukul satu tiga puluh
Aku terbangun dari tidurku
Tak terasa air mataku menetes
Mengenang tentangmu
Dirimu yang tlah pergi

Sesalku tak terbendung lagi
Perihku tak tertahan lagi
Salahku yang tak bisa
membagiakan mu dulu
Hingga kau pun berlalu

Ku tatap layar handphone ku
Sunyi,,
Tak ada lgi yang mengirim kata-
kata sayang
Tak ada lgi yang mengingatkan ku
tentang dinginya malam yang
menusuk tulangku

Pukul satu tlah berlalu
Tak satupun pesan singkat yang
datang darimu

Akhirnya aku tersadar
Dia tlah pergi
Pergi dari dunia ini

Oh Tuhan knapa dadaku ini
semakin sesak
Seakan bayangnya masih
menggemgam tanganku

Jemput aku Tuhan
Ku ingin bersamanya
Ku ingin memeluknya
Meski hanya seditik saja


Harapan - Oleh Supri

Tinggal beberapa hari tersisa
Sebelum kita ditinggalkan waktu
Ciptakan lah aksara yang terindah
Walau dilangit imagimu
Agar bisaku jadikan hiasan pada
dinding istanaku

Kita akan dilupakan, pabila
mentari sekangkang kera
Namun itulah perjalanan, sebelum
waktu berpalingkan masa
Biarkan yang dulu dengan
kemegahan nya
Dihadapan ada harapan yang pasti,
yang harus digenggam dan
ditapaki.....
Untuk segenggam harapan yang
terindah dan terbaik

Seperti megahnya sang helang
Menabik dada bebas diawangan
Mempamirkan kemegahan
Pada waktu yang ditinggalkan.


Selalu merindu - Oleh Supri

Rindu adalah tali yang tak pernah
putus
Merentang di tiang hati, di tiang
mimpi
Kadangkala di singgahi burung
yang mengelakkan kabut
Pada pagi dingin yang
mengaburkan sinar matahari

Rindu adalah tiang yang tak
pernah tumbang
Tegak dilorong kehidupan,
disepanjang labuh usia
Disitu tergantung lampu kenangan
dan ingatan
Biarpun hari semakin tua dan
kelam sudah bermula

Rindu adalah lorong yang tak
pernah tertutup
Dari musim ke musim ia menjadi
laluan
Pengembara yang mencari
cintanya yang hilang
Disitu rumput yang telah lama
bertukar warna
Bunga dan daun silih berganti
segar dan kuncup

Rindu adalah musim yang tak
pernah tentram
Resah datang gelisah berulang
mengusik nasib
Hanya dzikir dan do'a menjadi
penawar mereda pedih dan sakit
Dan sesekali puisi menjadi
nyanyian yang mengharukan
Dalam senyap air mata perlahan-
lahan menitik


Maafkan aku - Oleh Supri

Maafkan aku
Yang dengan besarnya cintaku
belum bisa membuatmu bahagia
Maafkan aku
Yang dengan seagala perhatianku
belum bisa membuatmu tersenyum
indah
Maafkan aku
Yang dengan segala kesetiaanku
belum bisa membuatmu sakinah

Tak mengapa jika dengan menusuk
jantungku membuatmu gembira
Tak mengapa jika dengan
mencabik-cabik hatiku
menghilangkan rasa bosanmu
Kan ku tahan lara ini sebagai
bentuk pengorbanan cintaku
untukmu wahai kekasihku.......
Post a Comment (0)
Previous Post Next Post