Joduhku - Oleh Cu maya binti usman
Aku menantikan seorang patih yang gagah berani...
Bukan raja yang baik budi.
Aku merindukan jiwa ksatria muda...
Bukan panglima yang berbela sungkawa.
Badai tak hanya sekali kita lewati...
Terjangannya pun telah kita lalui.
Kan ada ribuan gelombang yang menanti..
Maka aku tak ingin menunggunya sendiri..
Ku pendam luka yang bernanah..
Ku hapuskan hasrat dan amarah..
Ku bertahan meskipun lelah..
Sebatas dimana aku kan menyerah..
Karena itu aku butuh kamu...
Dimanapun kamu berada,
Aku tau kaupun menginginkanku..
Apapun yang saat ini ku rasa,
Ku yakin kamu lebih mengertikanku...
Tak ada kuasa yang kanmeng hadang takdir..
Ku yakin sang Pencipta membuatmu hadir..
Merengkuhku dalam kelam,
Membawaku menuju temaram..
dengan jiwa yang rapuh aku bersimpuh...
menunggumu,
jodohku.
Tampa judul - Oleh Cu maya binti usman
Tak ada relung hampa tuktempatmu bernaung...
Tak ada sejuk untukmu berteduh..
Tak ada hangat untukmu bersemayam...
Cukup sudah syurga tanpa nyana yang dulu kau janjikan...
Cukup sudah fatamorgana yang dulukau agungkan...
Cukup sudah lampirkan semua bualan...
Sudah perih tak berperi..
Sudah pedih nan lirih...
Sudah genangi air mata ku letih..
Ku buang jauh bayanganmu yang bahkan enggan ku kenang...
Ku kubur segala pengkhianatan yang selama ini ku diamkan..
Ku berlari dari masa tersulit tuk melupakan...
Satu yang kini masih tertinggal disini..
benci!
