Dua Koleksi Puisi Dari Irfan



Hujan di kemarau - Oleh Irfan

Surya berpendar, langit terpancar
Angin menyeka keringat
yang tinggal di badan.
Mata tertuju hanya ke atas,
hampir hilang sadar dibawalamunan.

Merayap lembut, terpa pikirandengan bayangan.
Kian lama, kian jelas
bukan yang asing di pandangan.
Berbuka hati, disambut sejumputasa.
Berpendar senyuman manis milikbelia.

Sukma jatuh ke raga,ingat diasudah berpunya.
Mata tersadar, langit sudahbertutup awan.
Hujan melanda, seraya berikanpelipur lara.
Memang kemarau kini, tapi terushujan membasahi.
Seolah langit mengerti,
ada satu jiwa yang kini terlukahati.


Waktu yang kurindu - Oleh Irfan

Rindu ….
Kala kaki singgah di tempat raga inibersujud,
Orang-orang berdesakkan
tuk penuhi seruan-Nya .

Rindu …
Saat kemanapun raga ini dibawa,
selalu terngiang
lantunan surat cinta dari-Nya

Rindu …
kerinduan yang kutunggu setahunlamanya,
karena berkah bertebaran di saatini.
Saat orang-orang belajar lagi
untuk mendekatkan diri pada-Nya,

kala berlomba dalam beribah
karena hanya mengharap ridho-Nya
Semoga kerinduan ini bisa terobati,
dengan adanya pemandangan tadi
sepanjang bulan di tahun depan.
Post a Comment (0)
Previous Post Next Post